Sambutan Ketum PGI saat menerima Kunjungan KASAD, Bapak Jend TNI Dudung Abdurachman di Kantor PGI


REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Selamat datang, kepada Bapak Kepala Staf Angkatan Darat, Bapak Jenderal Dudung Abdurrahman, bersama pimpinan TNI-AD lainnya. Kami menyambut Bapak dengan apresiasi yang tinggi atas kunjungannya ke Grha Oikoumene Selasa 31 Mei 2022. Ini suatu kehormatan bagi kami.

Pertama-tama ijinkan saya menyampaikan ungkapan terimakasih dari gereja-gereja di Indonesia atas pengayoman dan ketahanan nasional, terutama di bawah kepemimpinan Bapak, yang membawa pencerahan bagi umat beragama di Indonesia. 

Kami senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa, termasuk Bapak KASAD, dalam menjalankan tugasnya. Sebagai gereja, kami mendukung adanya tentara yang kuat, tangguh dan profesional. Sebagai bangsa merdeka, NKRI membutuhkan prajurit yang tiada tanding, sebagaimana semboyan AD: *KARTIKA EKA PAKSI*, tanpa harus menjadi negara dengan pendekatan militeristik.
Gereja-gereja di Indonesia sangat mensyukuri perjalanan panjang AD, yang dengan setia mempertahankan Pancasila dari berbagai bentuk rongrongan yang hendak meminggirkan bahkan mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Besok kita akan merayakan Hari Pancasila. Kita semua tentu mensyukuri Pancasila yang mempersatukan kita semua di tengah keragaman yang ada. Dalam kaitan ini, kami menumpukan harapan krpada Bapak KASAD untuk tidak ragu-ragu dalam menghadapi kelompok yang hendak menggeser Pancasila ini. Gereja bersama bagian terbesar masyarakat kita mendukung Bapak dalam hal ini. Terkait hal ini, beberapa pimpinan gereja menitipkan pertanyaan kepada kami, untuk disampaikan kepada Bapak, antara lain, mengapa perlawanan kepada ideologi negara akhir-akhir ini bebas diekspresikan di ruang publik, sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang viral beberapa hari terakhir ini dalam bentuk arakan sepeda motor yang mendukung ditegakkannya khilafah.

Sebagai gereja, kami juga menaruh harapan kepada Bapak untuk menciptakan rasa aman dan damai di seluruh pelosok tanah air, suatu tugas yang kami nilai sangat berat, tetapi sangat mulia. Sebagaimana kami merasakan dan menikmati keamanan dan kedamaian yang luar biasa di Jawa ini, itu juga kerinduan warga masyarakat yang kami jumpai di Poso dan sekitarnya, yang masih waswas dengan ancaman kekerasan dan teror. Demikian pun saudara-saudara kita di Papua. Sebagian merasakan aksi kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di Papua telah menimbulkan luka yang meninggalkan keperihan mendalam. Kami menyambut gagasan Bapak untuk menyelesaikan masalah di Papua dengan cara pendekatan teritorial antara prajurit TNI AD dengan masyarakat.

Kembali tentang harapan akan prajurit yang kuat, tangguh dan tak terkalahkan, kami menaruh hormat atas kebijakan Bapak untuk mengembalikan para prajurit ke daerah asal masing-masing agar lebih dekat dengan keluarga. Ini terobosan yang luar biasa, karena akan menjauhkan prajurit dari jebakan-jebakan yang tidak perlu, karena tersumbatnya saluran emosional yang jauh dari keluarga. Tentu hal ini juga akan makin mensejahterakan para prajurit.

Masih dalam kaitan dengan kesejahteraan prajurit, kami juga menaruh perhatian akan pembinaan mental spiritual para prajurit. Kerjasama PGI dengan Disbintal AD selama ini berjalan cukup baik. Keberadaan jemaat-jemaat POUK di beberapa kompleks-kompleks TNI-AD juga terfasilitasi. Yang membuat kami prihatin adalah makin langkanya pendeta yang melayani secara khusus di TNI-AD. Sejak kebijakan pendeta tituler ditiadakan, rekrutmen pendeta AD pun mengalami masalah. Sepehaman saya, saat ini hanya ada Ibu Pdt Tiara Dewi di jajaran TNI-AD. Besar harapan kami, akan ada rekrutmen baru untuk menjadi pendeta tentara, yang dapat melayani pembinaan mental spiritual para prajurit di lapangan.

Demikian harapan-harapan ini kami sampaikan yang kiranya mendapat perhatian kita bersama. 

Tuhan kiranya menyertai Bapak dalam memimpin TNI-AD.

Pdt Gomar Gultom, Ketum PGI

Related Posts:

Pdt. Gomar Gultom : Memohon Presiden Untuk Mengajak Seluruh Masyarakat Mengibarkan Bendera Setengah Tiang Sebagai Penghormatan Kepada Buya Ma'arif

REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Siang ini saya melayat ke Mesjid Gede Kauman, tempat jenazah Buya Maarif disemayamkan sebelum dibawa ke pemakaman Kulon Progo. 

Kita semua kehilangan Safei Maarif, panggilan akrab "Buya Safei", yang bukan hanya seorang tokoh pluralis dan nasionalis, tetapi lebih merupakan guru dan bapa bangsa, yang banyak menyumbang gagasan untuk mencerdaskan bangsa. 

Beliau sangat dekat dengan semua kalangan dan patut  menjadi pola teladan bagi semua pemimpin agama di Indonesia sebagai bangsa yang besar dan menghargai kemajukan.
Keteladanannya yang sangat sederhana dan menolak berbagai bentuk fasilitasi sangat perlu ditiru. 

Dia menolak tawaran pengobatan di Jakarta, baik dari Ibu Megawati maupun dari 
Presiden RI, karena merasa lebih sreg dirawat di rumah sendiri: RS PKU Muhammadyah Yogyakarta. Bahkan untuk penguburannya pun beliau mewasiatkan ubtuk dikebumikan di pemakaman kalayak Muhammadyah di Kulon Progo, dan tidak di pemakaman yang dikhususkan bagi Pimpinan Muhammadyah.

Saya melayat untuk memberikan penghormatan terakhir, sekaligus merupakan wujud kebersamaan sekaligus menyatakan turut sepenanggungan dengan  keluarga Buya Ma'arif bahkan umat muslim yang cinta damai.

Ketokohan, pemikiran dan perjuangan beliau sangat   segaris dengan perjuangan Gereja-gereja di Indonesia untuk kemajuan dan kesejahtetaan bangsa ini.

Saya memohon Presiden untuk mengajak seluruh masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan kepada beliau. Dan kiranya tak berlebihan bila saya juga mengusulkan agar kepada beliau, pada waktunya kelak, dianugerahi Pahlawan Nasional

Related Posts:

BANTUAN GEREJA TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUKUNG MENDUKUNG CAPRES TEGAS KETUM PGLII DKI JAKARTA

REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Ditengah berlangsungnya rapat perdana PGLII DKI Jakarta Rabu 25 Mei 2022 di Gd Kenanga Jakarta Pusat Ketua Umum PGLII Propinsi DKI Jakarta Pdt. R.B. Rory, S.Pak, M.Th. yang baru terpilih mengadakan preskon terkait berita miring Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) disalahgunakan  untuk mendukung Bakal Capres 2024
Pendeta Rory yang juga gembala jemaat GSJA ini mencoba menjelaskan kronologis Bantuan Oprasional Tempat Ibadah dan Koster

Pertama, BOTI atau Bantuan Operasional Tempat Ibadah diberikan kepada semua agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), namun baru dinikmati oleh kebanyakan gereja di DKI Jakarta sekitar 2 Tahun terakhir dan yang mengajukan

Kedua, BOTI untuk gereja-gereja awalnya diperjuangkan oleh Ibu Lisa Pembimas Kristen Kemenag propinsi DKI JAKARTA, tahun 2017 hasil lobi ke Banggar komisi E DPRD Dki jakarta hingga akhirnya anggota dewan menyetujuinya.sebenarnya BOTI ini sdh dimulai 2018 namun oleh karena pemprov memintakan SK Kemenkumhan SEBAGAI SYARAT dan semua Aras tdk dapat memenuhi persyaratan ini termasuk PGLII DKI nantinya baru dapat dipenuhi mulai 2021 melalui SK Dirjen BIMAS KRISTEN yang memberikan penegasan bahwa Gereja sah dibawa Kementrian AGAMA

Ketiga, BOTI bagi agama Kristen diberikan kepada gereja-gereja di semua lembaga aras seperti PGI, PGLII, PGPI ,Baptis, Advent, dan Bala Keselamatan.

Keempat,  Penyaluran DANA BOTI utk Kristen dikoordinir oleh 3 lembaga aras secara bergantian.

BOTI 2020 dikoordinir oleh PGPI, sebesar 24,9 M (sebelumnya 47M tetapi dirasionalisasi menjadi 24,9M karena pandemi)
BOTI 2021 dikoordinir oleh PGLII, sebesar 41,62 M dan BOTI  diperjuangkan oleh Ibu Lisa Pembimas Kristen Kemenag propinsi DKI JAKARTA, tahun 2017 hasil lobi ke Banggar komisi E DPRD DKI Jakarta hingga akhirnya anggota dewan menyetujuinya. Sebenarnya BOTI ini sudah dimulai 2018 namun oleh karena pemprov memintakan SK Kemenkumhan SEBAGAI SYARAT dan semua Aras tdk dapat memenuhi persyaratan ini termasuk PGLII DKI nantinya baru dapat dipenuhi mulai 2021 melalui SK Dirjen BIMAS KRISTEN yg memberikan penegasan bahwa Gereja sah dibawa Kementrian AGAMA 

BOTI 2020 dikoordinir oleh PGPI, sebesar 24,9 M (sebelumnya 47M tetapi dirasionalisasi menjadi 24,9M karena pandemi)
- BOTI 2021 dikoordinir oleh PGLII, sebesar 41,62 M
- BOTI 2022 dikoordinir oleh PGI, sebesar 49,99 M

BOTI Tahun 2020 sudah didistribusikan oleh PGPI bagi 1.379 gereja (anggota PGPI, PGI, PGLII, Advent, Baptis, Bala Keselamatan), dana yg tidak terserap sudah dikembalikan ke kas pemprov/BPKD, dan semua kegiatan sudah dilaporkan juga oleh PGLII ke Pemprov dan sudah diaudit oleh BPK dengan hasil clean.

Kelima, Perlu diketahui bahwa  BOTI itu nilai PENGAKUAN PEMERINTAH TENTANG KEBERADAAN GEREJA MELALUI SKTL dari PEMBIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA PROPINSI DKI JAKARTA

Salah satu syarat penerima BOTI adalah memiliki SKTL (Surat Keterangan Tanda Lapor) yang dikeluarkan oleh Kanwil Pembimas Kristen, KEMENAG).

Syarat terberat pembuatan SKTL adalah surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan di mana gereja tersebut berada.

Yang mana hal tersebut sangat sulit untuk diurus, jika tidak mau dikatakan hampir mustahil.

Seluruh ARAS sangat menyadari hal ini sehingga kembali SELURUH ARAS DAN PEMBIMAS KRISTEN melobi Pemda  DKI dan DPRD, hasilnya: gubernur memudahkan pembuatan SKTL tanpa surat keterangan domisili, langsung diurus ke Kanwil Pembimas Kristen.

Baik SKTL maupun dana bantuan dari pemerintah (BOTI) merupakan sebuah bentuk *PENGAKUAN  pemerintah* secara hukum dan undang-undang akan keberadaan gereja.

Hal ini belum pernah ada sebelumnya di DKI Jakarta.

Keenam, Dari sana wajarlah jika ucapan terima kasih diberikan kepada Pak Anies Baswedan sebagai 'chief in command' di DKI Jakarta.*dan ini BUKAN DANA PRIBADI GUBERNUR*

Ketujuh, Kami Aras PGLII Dki jakarta tidak pernah mengadakan kontrak POLITIK dengan siapapun karena MENERIMA DANA BOTI untuk KEPENTINGAN POLITIK thn 2024  kami sadar penuh bahwa urusan Gereja dan politik harus dibedakan dan kami tdk pernah Megadaikan hak Gereja untuk kepentingan Politik

Tetapi gereja gereja yg dinaungi PGLII DKI selayaknya bersyukur kepada TUHAN dan berterima kepada Pemprov dan Gubernur dki JAKARTA melalui APBD  dgn melalui mekanisme Banggar dan DPRD komisi E dapat memberikan bantuan BOTI kepada semua Agama dan termasuk gereja di DKI Jakarta.

Sebagai tambahan info, dalam KepGub no.275 Tahun 2022 tentang Penerima Hibah Tahun 2022, lembaga semua Agama mendapatkan hibah (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), beberapa rumah ibadah semua agama menerima hibah, khusus Kristen (rumah-rumah ibadah diwakili semua aras) juga menerima hibah.

Demikianlah penjelasan dari  PGLII DKI Jakarta.

Related Posts:

Pemimpin legendaris, mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan Ulos Sadum kepada Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa yang sedang melakukan kunjungan

REFORMATANEWS.COM, Timor Leste - Pemimpin legendaris, mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan Ulos Sadum kepada Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa yg sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Dili (19/5).

Kunjungan kenegaraan itu dilakukan dalam rangka menghadiri pelantikan Jose Ramos Horta sebagai Presiden Baru Timor-Leste (19/5) dan untuk menghadiri perayaan ke-20 Hari Restorasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste (20/5).  

Menurut Direktur Center for the European Union Studies Partogi Samosir, Indonesia dan Timor-Leste memang memiliki hubungan kemanusiaan yang sangat kuat di berbagai aspek kehidupan. 

Xanana Gusmao adalah Sesepuh Batak Diak Loos, sebuah komunitas masyarakat Batak di Timor-Leste, imbuh Partogi. Pada tahun 2016, Batak Diak Loos  menyematkan ulos (mangulosi) kepada Xanana Gusmao sekaligus meneguhkan beliau sebagai Sesepuh BDL. 

Xanana Gusmao mengagumi nilai-nilai Batak (habatahon) yang menjadi pusat nurani orang Batak dalam mempertemukan arus-arus kebudayaan yang berbeda dan saling bersinergi. Partogi Samosir menyaksikan Batak Diak Loos yang dipimpin oleh Robert Pangaribuan memang melestarikan nilai-nilai Batak (habatahon) dan mengembangkannya, sehingga  siap diaplikasikan dalam kehidupan modern. 

“Etos kerja yang tertanam dalam filosofi Dalihan Na Tolu berarti: tahu diri, mengerti posisi. Ada waktunya menjadi pimpinan (hulahula), ada saatnya menjadi mitra kerja (dongan sabutuha), ada saatnya menjadi pelayan (Boru). Uniknya ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, tapi kait mengkait. Hulahula (pimpinan) harus mengayomi, memperhatikan boru (karyawannya). Dongan sabutuha atau rekan kerja, sesama selevel harus saling menghargai dan bekerjasama. Boru (karyawan) harus menghargai pimpinan sebagai pemilik perusahaan. Setiap orang pasti menjalani ketiga peran tersebut secara simultan. Tidak ada orang yang selamanya menjadi dongan sabutuha. Ada saatnya dia menjadi hulahula dan boru,” imbuh Partogi Samosir.

Partogi Samosir yg pernah 3 semester menjadi dosen di Universidade Dili berkata, "Nilai perdagangan Indonesia dan Timor-Leste pada tahun 2021 adalah sebesar USD 250,84 juta. Jumlah itu adalah sebuah peningkatan 12,1% dari tahun 2020 (USD 223,8 juta). Hal ini terjadi  karena banyaknya kebutuhan pokok Timor-Leste yang harus diimpor dari Indonesia. 

Indonesia menjadi mitra dagang dan eksportir utama bagi Timor Leste. 23% barang-barang kebutuhan Timor-Leste berasal dari Indonesia (UN Comtrade, 2020).  Timor-Leste juga menempati urutan pertama (terbanyak) jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia, yaitu 819.488 orang pada tahun 2021. 

Potensi investasi/ekspansi bisnis di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dan Timor-Leste yaitu di PLBN Wini, PLBN Napan dan PLBN Oepoli terutama adalah sektor pengolahan air minum ramah lingkungan; pembangunan docking/galangan kapal; dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir sampah. 

Partogi Samosir yg pernah bekerja di KBRI Dili menyatakan bahwa pembangunan kawasan perbatasan bertujuan untuk memperkuat ekonomi daerah di sekitar perbatasan kedua negara, sehingga seluruh masyarakat di wilayah perbatasan tersebut semakin sejahtera dan makmur.

Guna mempercepat perkembangan ekonomi di kawasan perbatasan, Indonesia, Timor-Leste dan Asian Development Bank (ADB)  mengadakan program kerja sama pembukaan rute transportasi bis antarnegara dan kerja sama pariwisata. 

Partogi Samosir yang pernah menjadi Vice President of the Junior Chamber Indonesia menilai, potensi bisnis yg sangat terbuka saat ini adalah   transportasi laut  antara Dili-Kupang, transportasi udara antara Oecussi, Kupang, Bali dan bahkan sampai ke Darwin, Australia, serta pendirian rumah sakit modern.

Related Posts:

Prayer Bikers - Sejuta Cinta Untuk Perdamaian


 
REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Sebuah Gagasan berdoa bagi perdamaian dunia dilakukan dalam 'Persatuan', merupakan kenangan indah bekerjasama dengan berbagai organisasi seperti: PEWARNA Indonesia, Bikers for Christ Indonesia (BFCI), STT LETS (Lighthouse Equipping Theological School), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Yayasan Cahaya Sinar bangsa (YCSB), Vox Point dan Tim kerja WPA 2022. Dikerjakan dalam 6 (enam) hari koordinasi. 
Kegiatan Doa Perdamaian menyambut WPA 2022 dilakukan di Pintu Silang Merdeka Barat Daya Monas/ Patung Kuda Arjuna Wijaya jalan Thamrin pada hari minggu, tanggal 15 Mei 2022. Tepat sebelum acara dimulai hujan disore hari diseluruh penjuru ibu kota membuat sebagian panitia cemas namun dari situ tampak semuanya menyerukan doa yang sama Tuhan Tolong, kami mau berdoa dan memujimu, beri kami kesempatan.
Hujan tidak berhenti malah semakin deras di wilayah tertentu, sebaliknya doa-doa Anak Tuhan juga semakin kencang, seruan anak kepada Bapa. Memang iman kita sedang diuji dan harapan selalu memberikan semangat. 
Akhirnya hujan mulai surut menjadi gerimis dan berhenti tepat sebelum Konvoi Prayer Bikers dimulai Pk 17.30 WIB (memang tidak sesuai jadwal, tapi kita semua memaklumi karena situasi kondisi dan tetap semangat dan damai sejahtera Tuhan menyertai). Pelepasan dilakukan oleh Ketum MUKI Jasarmen Purba didampingi Ketum Pewarna Indonesia Yusup Mujiono bersama Sekjen Pewarna Indonesia Ronald Stevly Onibala dan Antonius Natan mewakili STT LETS serta Sekjen API Pdt Estefanus Balaati. Doa berjalan atau Prayer Bikers mengelilingi Jalan Thamrin, berputar di Tugu Selamat Datang/ Bundaran HI, menyampaikan doa-doa dan puji-pujian kemenangan agar Indonesia damai dan dunia damai. 
Dalam suasana mendung dan angin sepoi-sepoi mengalir panitia dengan tergesa-gesa memulai Orasi Perdamaian yang di Sampaikan oleh Pdt. Daniel Pandji dari My Home Indonesia & Ketum WPA 2022, yang menyatakan "Indonesia cinta perdamaian, perdamaian harus diperjuangkan bersama anak bangsa, dengan berbagai perbedaan yang kita miliki, harusnya memperkaya kita. Indonesia menjadi contoh bagi bangsa-bangsa di dunia, ada Pancasila dan UUD 1945 yang mempersatukan kita. mari kita terus berjuang agar perdamaian terjadi, tidak takut dengan ancaman dan tantangan. Indonesia merdeka, Indonesia Damai!"
berikutnya Pdt Aristarkus Tarigan dari Jaringan Doa Nasional & Ketua Mobilisasi Nasional WPA 2022, menyatakan "Indonesia damai dan Indonesia merdeka sehingga kita dapat berdoa bersama sama secara serentak pada hari Selasa tgl 17 Mei 2022 diadakan di 500 (lima ratus) kabupaten kota di seluruh Indonesia dan berbagai kota dipuluhan negara-negara di dunia. Indonesia menjadi episentrum doa sedunia. Indonesia menjadi contoh kebhinekaan. Tuhan memberkati Indonesia agar banyak orang-orang diselamatkan".
Selanjutnya Orasi oleh Ketum MUKI Bp Jasarmen Purba, memulai dengan memekikkan "Medeka, merdeka, merdeka, bahwa Indonesia memiliki UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan. sehingga kita dapat membawa perdamaian bagi Indonesia dan dunia. sudah saatnya kita memperjuangkan perdamaian dan kita menjadi agen perdamaian tersebut. kita turut serta bersama WPA, berdoa bagi perdamaian dunia." 
Acara terus berlangsung bersamaan dengan awan mendung, yang dipandu bersama Elly Togatorop, Anna Kezia dan Maruap Sianturi dari Pewarna bersama Eko Setiowibowo dari BFCI dan Antonius Natan dari STT LETS. Penyalaan Lilin Perdamaian sebagai simbol bahwa kita menerangi dan kita siap berkorban. 20 (dua puluh) pemimpin dari berbagai organisasi turut menyalakan lilin dan bertekad memperjuangkan perdamaian. 
Kemudian dalam pengantar Doa Syafaat yang dinaikkan oleh Pdt Rachmat Manullang, Ketua STT LETS menyatakan "bahwa Saat pandemi berlangsung, terjadi perang Ukraina, membawa negara-negara dalam krisis ekonomi, munculnya masalah geopolitik. saat ini dunia akan memasuki keseimbangan baru, hegemoni politik Amerika, Rusia dan Tiongkok serta negara besar lain berlomba mengusai dunia. Dunia memasuki babakan baru dengan keseimbangan baru dan dunia Kekristenan akan memasuki era baru di penghujung akhir jaman. Oleh karena itu mari kita mempersiapkan diri menjadi juru damai diawali dengan berdamai terhadap diri sendiri, bersama Tuhan Yesus, kita bisa."
Doa dilanjutkan oleh Sekjen API Pdt Estefanus Balaati, meminta penyertaan Tuhan bagi bangsa Indonesia, terjadi persatuan dan kesatuan diantara gereja gereja dan semua elemen bangsa. Kedamaian dibutuhkan untuk membangun negeri ini. Negeri yang kaya akan menjadi negara terkemuka di dunia. Oleh sebab itu mohon Tuhan memberikan damai sejahtera bagi pemimpin bangsa dan menjadikan Indonesia sebagai negara pembawa damai.
Berikutnya Sekjen PEWARNA Indonesia Ronald Stevly Onibala berdoa khusus bagi Malam Sejuta Cinta Untuk Perdamaian, "Bapa kami yang di Surga, di dalam anakMu Tuhan Yesus Kristus kami memanjatkan doa ini, kami bersyukur dan berterima kasih karena Tuhan telah memberi banyak kenikmatan, mulai dari kehidupan yang layak, pekerjaan yang mencukupi serta keluarga yang selalu mendukung di kala sedih maupun susah. Semuanya tidak akan pernah kami lupakan sebagai bagian dari berkat-Mu.
Namun kadang kami sedih ketika melihat kondisi bangsa dan negara yang kami kasihi ini, ya Tuhan. Setiap hari ada saja hal-hal yang diributkan, ada saja hal-hal yang diperdebatkan dimana hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu perpecahan bangsa Indonesia.  Tentu ini bukan hal yang baik bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk itu, kami mohon ya Tuhan, kiranya Engkau menuntun dan membimbing negara ini agar dijauhkan dari segala gesekan dan masalah yang bisa menimbulkan perpecahan bagi bangsa ini. 
Kiranya Tuhan mengabulkan doa kami, tolong jadikanlah Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berilah kedamaian untuk seluruh warganya. Tuhan kiranya memberikan hikmat kepada para pemimpin bangsa kami sehingga mereka dapat mengambil kebijakan dan keputusan yang terbaik untuk kemajuan dan kedamaian di bangsa Indonesia.
Kami berdoa, kiranya kasih MU terus memberkati bangsa ini ditengah pandemi yang masih dihadapi. Oleh penyertaanMu bangsa kami mampu melewati situasi sulit hari-hari ini. Doa kami juga, Tuhan memberkati TNI dan Polri yang tetap setia menjaga kedamaian dan ketenteraman bangsa ini sesuai Pancasila dan UUD 45.
Doa dan harapan kami, Indonesia yang kami kasih selalu aman, damai dan sejahtera. Indonesia selalu ada dalam berkat perlindunganMu. Indonesia penuh kemuliaanMu dan Indonesia diberkati untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Amin.
Sebagai Penutup mewakili penyelenggara Antonius Natan, menyerukan “Mari kita jaga Indonesia tetap damai, kedamaian diawali dari diri sendiri. Doa-doa dinaikan agar dari Merauke hingga Sabang dipenuhi damai sejahtera dari Tuhan Yesus. Mari kita sambut tamu-tamu World Prayer Assembly 2022 terdiri dari hampir 50 negara dibelahan dunia merasakan kedamaian ada di Indonesia. Menikmati keindahan dan kebhinekaan Indonesia. Mari kita jaga dan berjuang agar Indonesia damai. Dan terima kasih kepada seluruh organisasi yang turut berpartisipasi.
[Ant-RSO]

Related Posts:

Silaturahmi Ke Pospes Al-Zaytun Jalin Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

REFORMATANEWS.COM, Indramayu - Dalam rangka silaturahmi hari Raya Idhul Fitri 1 syawal 1443 Hijriah tahun 2022, berbagai organisasi Nasrani Protestan dan Katolik yang tergabung dalam PEREKAD Aliansi Perdamaian dan Keadilan plus PIM Kamis 12/5/22 berkunjung ke Pondok Pesantren  Al-Zaytun di Indramayu Jawa Barat 
Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia menegaskan bahwa kehadiran PEREKAD ini bertujuan bersilaturahmi dengan  Syaykh Dr. (H.C.) Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun dalam suasana Hari Raya Idul Fitri beserta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Zaitun. 
Sekedar tahu bahwa nama Indramayu di mana Pondok Pesantren terbesar di Asia ini yang memiliki lahan 1600 Hektar berasal dari legenda dimana karena kecantikan Istri Raden Arya Wiralodra yang bernama Nyi Endang Darma Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M, demikian catatan kecil tentang sejarah kabupaten ini kenapa kemudian diberi nama Indramayu.
Kunjungan silaturahmi Idul Fitri beberapa organisasi antaranya Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, Vox Poin Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT), dan Persatuan Indonesia Mandiri (PIM). Tiba di lokasi Al-Zaytun sekitar pukul 11:00 siang.
Sebagai sebuah pondok pesantren modern protocol kesehatanpun dilakukan ketat di mana semua tamu dari luar harus melalui antigen dan mobilpun yang masukpun harus disemprot dengan disifektan.
Kedatangan peserta disambut penuh kehangatan dan persaudaraan oleh Abdul Halim salah satu pengurus di Pompes yang selama ini memang intesn berkomunikasi dengan PEWARNA. “Ini tamu terbanyak yang pertama di terima pihak Pompes setelah pandemic”, ujar Abdul Halim menyambut romobongan dengan penuh keramahan. 
Karena memang selama pandemic berlangsung Pompes menerapkan peraturan yang tegas tak boleh ada tamu luar yang masuk mengingat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran pandemic tambah Abdul Halim menjelaskan bagaimana pihak Pompes Al Zaitun serius dalam mengatasi pandemic covid 19 tersebut. Bahkan semua santri, karyawan serta pengurus berseta pimpinan Pompes Al Zaitun sudah menerima vaksin 4 kali.   
“Sorotan negative tentang Pompes Al Zaitun yang dianggap memperjuangkan ideology tertentu itulah yang sebetulnya melatarbelakangi kami rombongan PEREKAD dan PEWARNA yang memang selama ini sudah bermitra bahkan memberikan penghargaan kepada pimpinan Pompes sebagai figure Penjaga Keberagaman terus berupaya menjembatani untuk berkomunikasi bahkan berkunjung ke Pompes untuk melihat langsung seperti apa sesungguhnya yang dikerjakan Pompes Al Zaitun”, tambah Yusuf serius. 
Hampir semua peserta yang berjumlah 23 saat perjamuan makan siang dengan sajian yang hamper semua produk Pompes Al Zaitun ini tiba-tiba hadir Syaykh Panji Gumilang dengan penampilan Peci panjangnya menyapa ramah dan seketika berbaur akrab dengan tim yang sedang menikmati jamuan makan siang bahkan dikatakan  hampir selesai makan. 
Unik dan menarik karena masih melihat sajian di meja makan Syaykh sekitika mengambil mangkuk nasi dan melayani tamu satu persatu sembari makna sampai kenyang jangan ada yang masih lapar, berkah Tuhan kita nikmati bersama sembari berkeliling dari satu persatu tamu yang sedang makan. 
Lukman Panji penesihat PEWARNA merasa kikuk, biasa melayani kok sekarang malah dilayani merasa malu ini tambahnya sembari mengatakan inilah perilaku pemimpin yang tanpa batas dan bergaul bersama-sama. 
Duduk Satu Meja
Pertemuan dalam suasana santai satu meja. Syaykh Al-Zaytun dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraanya atas kedatangan mereka. Syaykh memaparkan nilai-nilai dasar negara dan kemandirian Al-Zaytun dalam membangun dan mengelola pesantrennya serta menjawab beberapa pertanyaan seputar Al-Zaytun. 
“Duduk seperti ini saja sudah toleran” ungkap Syaykh kepada para tamu ramah. Setelah mendengar berbagai pertanyaan dari para ketua umum yang hadir baik Pdt Harsanto Adi Ketum API, Yohanes Handoyo Ketum Vox Poin serta Urip Dwi Premono Ketum PIM dan waketum PMKIT serta peserta yang duduk melingkar meja besar ini. 

Duduk bersama yang lebih diwarnai canda sebagai sadara dalam kemanusiaan istilahnya Taaruf Kemanusiaan yang harusnya terus dihidupi. Sehingga kotak kecurigaan dan pandangan seseorang atau le,baga hanya berdasarkan berita medsos itu bisa diklarifikasi
 “Saya merasakan seperti di Yerusalem, di sini disambut hangat, makan nasi kobuli, roti gandum, suguhan teh tarik dan banyak lainnya,” ungkap Handoyo. 

Vox Pont lanjut Handoyo Kami melatih kader bangsa, caleg-caleg yang terjun ke dunia politik agar lebih mencintai negara bangsa dan negaranya. Kami bersaudara, kita memang berbeda paham tapi kami ingin berkontribusi  membangun Indonesia yakni Indonesia satu. 

Dwi Urip Premono, Ketua Umum PIM dan Sekjend PMKIT mengungkapkan kesannya bhawa  Syaykh Al-Zaytun dengan semua karya-karya merupakan bentuk kemadirian yang sudah diejawantahkan untuk mencapai Indonesia  yang diimpikan gemah ripah loh jinawi kerto toto raharja murah tanpa tinuku urip tanpa tinandur. . 
Kebersamaan dan komunikasi adalah kunci untuk menghilangkan kecurigaan dan menurut apa yang dilihat dan dirasakan Pdt Harsato Adi Ketum API bahwa Saykh Panji jelas warnanya nasionalis kebangsaan. Hal itu bisa dilihat  dengan apa yang dikerjakan melalui karya nyata di Pompes bahkan saat ini sedang membangun sebuah kapal yang ditargetkan 50 kapal yantg dipusatkan di Eretan Wetan Indramayu. Karena Kapal multifungsi baik sebagai penjaga kedaulatan Negara dan pengggerak ekonomi terutama pemberdayaan nelayan sebagai ciri khas bangsa Indonesia sebagai seorang pelaut karena luas wialayah Indonsia memag sebagian besar laut yang belum banyak diberdayakan.
Sementara Hervin devanda Ketua PD Pewarna Jabar yang mendampingi Ketua Umumnya menyesalkan pihak Pemda Indramayu yang seakan membiarkan jalan tepatnya Gabus Gantar akses menuju Pompes terbesar serta jalur ekonomi tu ditelantarkan. “Harusnya pihak Pemda segera tanggap demi kemajuan pembangunan Indramayu, apalagi saya dengan dari pihak pengurus Al Zaitun sudah pernah mengajukan permohonan untuk menguruk jalan dengan biaya sendiri namun dari pihak Pemda tak memberikan jawab hingga saat ini”, tandas Hervin berharap pihak Bupati ataupun Pejabat yang terkait segera meresponinya .

Related Posts:

Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Nikahkan Putri Semata Wayang

REFORMATANEWS.COM, Jakarta – Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan isteri,  dr. Loli J. Simanjuntak, Sp.PD menikahkan putri tunggalnya, Agustina Marisi Nauli Gultom (Ichi) dengan tunangan Sabastian Dolf Mook Sianturi (Sabastian)  di Gereja HKBP Kebayoran Selatan, Cipete, Jakarta, Sabtu, 7 Mei 2022 yang dilayani Pdt. Lawniner Hutagaol.
Pernikahan kudus Ichi dan Sabastian asal Belanda berlangsung khusyuk yang dihadiri ratusan undangan memenuhi gedung gereja.
 Pemberkatan dilayani Pdt. Lawinner Hutagaol,  dalam pesannya Kothbahnya, Pdt. Lawinner mengambil firman  Efesus 5:33, bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu  seperti  dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. 
“Cintai dan kasihilah orang yang kau nikahi, sampai mau memisahkanmu. Saling berbagi susah maupun senang,” pesannya kepada kedua mempelai beda kewarganegaraan ini. 

Tampak hadir dan berkesempatan memberikan sambutan Ephorus HKBP dan istri, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan Sri Simatupang. Juga Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Direktur LAI Pdt. Dr. Henrietta Lebang Hutabarat, Sekum dan Ketua PGI Pdt. Dr. Bambang Wijaya, Yudie Latif, HP Panggabean dan tokoh-tokoh penting lainnya. 
Sebelumnya, prosesi pengantin memasuki Gereja  diiringi penyanyi nasional Edo Kondologit bersama PS. ESTOMIHI HKBP Kebayoran Selatan. 
Usai pemberkatan, akan dilanjutkan dengan acara Adat Batak di Gedung Danapala, Senin, Jakarta Pusat.  Sabastian disematkan marga Sianturi, yang sekaligus menjadi wali dalam acara Adat Batak.

Related Posts: