Bacaleg Perindo Dapil NTT 1, Roy Rening Bertemu Kardinal Suharyo, Bicara dua Hal Ini

JAKARTA, -Mantan Ketua Partai Katolik Demokrat, Dr. Stefanus Roy Rening,SH.,MH bersilaturahi dengan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di wisma Uskup Kompleks Gereja Katedral Jakarta Pusat, Rabu 22 Maret 2023. 

Roy Rening tiba di kediaman Uskup Agung Jakarta pukul 10.00 WIB didampingi Elias Nyoman, Maximilianus, Jon Ricardo,dan Gabriel Sola. 

Kepada wartawan, mantan Ketua Partai Katolik Demokrat yang terakhir menjabat Ketua Umum Partai Kasih Demokrasi Indonesia  atau PKDI kedatangan untuk berdiskusi soal dua hal. "Saya secara khusus bertemu dengan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo,Uskup Agung Jakarta,untuk mendiskusikan dua hal," kata Roy Rening yang juga Wakil Ketua 
Pertama, mengenai pencalonan saya pada pemilu 2024 di Partai PERINDO untuk dapil NTT 1, meliputi tiga wilayah yakni Kepulauan Pulau Alor,Kepulauan Lembata dan Kepulauan Flores. 

Saya menjelaskan bahwa keinginan saya di Pemilu 2024 yang bakal menjadi calon legislatif maka sebagai umat katolik Keuskupan Agung Jakarta, dimana Bapak Kardinal sebagai pimpinan Gereja, memohon Doa & Restu Bapak Uskup. Semoga perjalanan dan cita-cita politik yang suci ini dijalankan dengan baik. 
Kedua, tadi kami banyak mendiskusikan hal-hal terkait human trafiking di Indonesia,yang belakangan ini semakin memprihatikan. Karena korbannya lebih banyak dari dapil saya di NTT 1 khususnya dan NTT pada umumnya. "Saya diminta oleh Bapak Uskup untuk memberikan pengertian tentang Perdaganagan orang itu kepada masyarakat. Jadi, Gereja hari ini, mereka konsen dan peduli terhadap kasus human traficking atau perdagangan orang yang sedang marak," kata Roy.

Sementara itu, Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta mengatakan dirinya menyambut baik niat suci dari pak Stefanus Roy Rening yang punya perhatian terhadap masalah hukum terutama human Traficking yang sedang marak di Indonesia terutama di NTT. "Sesuai anjuran Bapa Suci, bahwa setiap mereka yang terjun di dalam bidang politik,dan jikalau ada kesempatan, dan memperjuangkan kepentingan bersama dengan ispirasi moral Katolik, maka itulah utusan gereja," kata Kardinal Suharyo. 
Kardinal Suharyo yakin, Ketua Umum Partai Perindo Bapak Hary Tanoe tidak akan lari kemana-mana dan beliau pasti komitmen dengan perjuangan untuk kepentingan bersama melalui jalur  Politik. 
"Jadi, kalau itu yang menjadi semangatnya perjuangan untuk kepentingan kemanusiaan maka itu harus didukung. Semangat Dokumen Abu Dhabi, tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama atau The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together yang telah ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar  Ahmed Al-Tayyeb pada tanggal 4 Frebuari 2019 itu harus diperjuangkan. Karena ini bukan untuk kepentingan agama tetapi untuk kepentingan umum," urai mantan Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini. 
"Saya melihat ditayangan di Televisi, popularitas Partai Perindo juga semakin naik. Itu kan tanda baik,bahwa masyarakat mendukung.Secara finansial, pak ketua umum Perindo ini mampu memfasilitasi para calegnya,ini bagus. Iya,silahkan semoga pada waktunya apa yang dicita-citakan tercapai," 
Kardinal Suharyo mengatakan, dirinya juga pernah beberapa kali bertemu dan berbincang-bincang dengan Wakil Ketua DPP Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (TGB)  Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. 
"Wakil ketua Partai Perindo pak Tuan Guru Bajang, saya kenal dan beberapa kali kami bertemu. Yang terakhir ketika beliau diminta berbicara tentang Dokumen Abu Dhabi di Atma Jaya Jakarta. Jadi, yang beliau katakan itu sangat bangus, dari sekian banyak nara sumber menurut saya yang paling menguasai adalah beliau (Tuan Guru Bajang)," ujar Uskup Agung Jakarta ini. 
"Itu bagus sekali. Beliau mengatakan, sekarang bukan waktunya lagi untuk berdiskusi, tapi yang dibutuhkan adalah bekerjasama dan melakukan hal-hal sebagaimana dikatakan dalam Dokumen Abu Dhabi, ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmed Al-Tayyeb di kairo pada 4 Frebuari 2019. Ini Dokumen soal Keamnusiaan. Dari situ saya menilai bahwa ini hebat pemikiran-pemikiran beliau," kata mantan Uskup Agung Keuskupan Semarang itu. 
Jadi, kalau itu yang menjadi semangatnya perjuangan untuk kepentingan kemanusiaan maka itu harus didukung. 
Semangat Dokumen Abu Dhabi, tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama atau The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together. Karena ini buka untuk kepentingan agama tetapi untuk kepentingan umum.
"Jadi, moga-moga dengan dukungan teman-teman harus diyakinkan karena dari wilayah timur dapat memperjuangkan cita-cita kemerdekaan, sejarahnya dulu begi ya? Pancasila diperjuangkannya. Jadi semangat itu yang diperjuangangkan demi kemerdakaan Indonesia yang semakin dekat dengan cita-cita pemerintah,yakni kesejahteraan bersama. "imbuhnya. 
Hanya saja bagaimana dengan sistem politiknya, secara garis besar, harus lebih gaung daripada sistem yang harus ikut Partai dan lain sebagainya. 
"Tapi saya yakin kalau semangat itu muncul dengan sendirinya, idealisme dari Partai Politik dibebaskan dari segala macam kepentingan saya rasa lebih baik ya," ungkapnya berharap. 
"Ada beberapa umat Katolik yang datang kepada saya, tapi kadang-kadang saya juga heran, kok ikut ke partai itu, ikut mendukung calon itu, tapi secara resmi kan belum ditetapkan. Lalu idelismenya bagaimana? Memang,berpolitik itu hak asasi, tetapi kita juga harus melihat moralitas politik itu sendiri," urainya. 
Kardinal Suharyo juga mengaku melihat tayangan televisi soal popularitras Partai Perindo dalam survei,yang terakhir dilakukan oleh Kmpas. 
"Saya melihat ditayangan di Televisi, popularitas Partai Perindo juga semakin naik. Itu kan tanda baik,bahwa masyarakat mendukung.Secara finansial, pak ketua umum Perindo ini mampu memfasilitasi para calegnya,ini bagus. Iya,silahkan semoga pada waktunya apa yang dicita-citakan tercapai," tutup Kardinal Suharyo. ** (Tim Media SRR).

Related Posts:

PEWARNA Indonesia Berikan Pelatihan Sinematografi di Jepara

REFORMATANEWS.COM, Jepara- Jelang penggarapan film dokumenter terkait Napak Tilas Rasul Jawa yang akan di laksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) memberikan pelatihan dasar sinematografi kepada sejumlah pemuda dan warga lintas gereja.

Pelatihan diadakan di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Bondo, Kelurahan Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu pagi (22/3).

Mentor pelatihan yang juga merupakan produser film dokumenter Napak Tilas Rasul Jawa, Gabriel Hartanto, menjelaskan  secara dua arah seputar teknik dasar penulisan naskah, teknik penggunaan kamera, proses pengambilan gambar, editing, hingga rincian perkiraan biaya dalam suatu proyek penggarapan sebuah film.
Peserta nampak antusias mengikuti kegiatan yang juga dihadiri oleh Pendeta Suyito Basuki, seorang penulis, dalang wayang Kristen ternama dan juga pegiat pelayanan di lingkungan GITJ.

Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono yang turut serta dalam penggarapan film dokumenter Napak Tilas Rasul Jawa dan pelatihan sinematografi di GITJ , mengutarakan bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu bentuk literasi yang bisa dibagikan oleh PEWARNA Indonesia kepada warga gereja.

"Kami harap kegiatan ini bisa memperlengkapi warga gereja dalam melaksanakan misi pelayanan mereka di gereja masing-masing.  Sebelumnya kami juga aktif bekerja sama dengan sejumlah badan pekerja gereja maupun Sekolah Tinggi Teologi dalam memberikan pelatihan jurnalistik," ujarnya kepada Majalah Gaharu, di lokasi pelatihan.

Pelatihan dasar sinematografi yang dilakukan oleh PEWARNA Indonesia berlangsung di GITJ Bondo, sebuah gereja berusia 166 tahun yang  menjadi buah penginjilan dari Kiai Ibrahim Tunggul Wulung. 
Kiai Tunggul Wulung merupakan seorang tokoh kharismatik di Tanah Jawa, bangsawan Jawa, seorang ahli spiritual, mantan wedana, yang kemudian menjawab panggilan pribadinya sebagai penginjil di Tanah Jawa usai mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus.

Jejak sejarah dari Kiai Ibrahim Tunggul Wulung masih bisa dijumpai hingga saat ini. Salah satunya situs makamnya yang hanya berjarak 500 meter dari GITJ Bondo.

Di tahun 2021 lalu perjalanam spiritual Tunggul Wulung juga diabadikan melalui program Napak Tilas Rasul Jawa yang dilakukan PEWARNA Indonesia. Dalam rangkaian acara inI PEWARNA turut melakukan penanaman bibit bakau dan meresmikan pemugaran makam Tunggul Wulung, yang dihadiri oleh Bupati Jepara.

Related Posts:

PP PEWARNA Meminta Pihak kepolisian Serius Menangani Masalah Begal


REFORMATANEWS.COM, Bogor - Ulah para begal motor yang merampas para pengedara motor dengan kekerasan sudah sangat meresahkan masyarakat, karena bicara kejahatan pembekalan sudah terjadi secara nasional. Akibat ulah begal ini juga menimpa salah satu pengurus daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) yang juga ketua Pengurus Daerah (PD) Pewarna Jawa Barat Kefas Hervin Devananda yang belakangan ini juga terjun menjadi bacaleg dari Partai Solidaritas Indonesia untuk Dapil Jabar 8 Kota Bekasi - Kota Depok

Yusuf Mujiono Ketua Umum PEWARNA terkait dengan peristiwa pembegalan yang menimpa anggotanya dan sebagian besar masyarakat pengguna sepeda motor ini meminta pihak aparat kepolisian meningkatkan penjagaan dan pengawasan di daerah-daerah rawan begal. Diharapkan dengan kesigapan polisi mengatasi begal ini akan menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan nyaman,.

Karena jika pembegalan ini tidak diatasi akan memunculkan ketidaknyamanan apalagi ketika menimpa seorang pekerja media di mana tugasnya sebagai jurnalis tak dibatasi waktu. Maka jika pihak kepolisian tidak sigap mengatasi akan menjadi ancaman nyata dan menimbulkan keresahan masyarakat termasuk wartawan.

Berkenaan dengan apa yang menimpa Kefas Hervin redaktur media pelitakota.com ini, Yusuf selaku ketua umum meminta Endarmoko Dep OKK dan Maruap Sianturi salah satu pengurus cabang Kota Bekasi meminta langsung keterangan ke pihak Polsek Gunung Putri lokasi kejadian pembegalan dengan korban Kefas Hervin Devananda yang terjadi Sabtu 11 Maret dini hari.

Di mana saat itu Kefas Hervin yang baru menyelesaikan tugasnya melakukan wawancara di daerah Bekasi rencana mau pulang ke rumahnya daerah Bogor, ketika sampai di daerah Bojongkulur, Ciangsana Gunung Putri tiba-tiba dipepet sejumlah pengedara motor yang mencabut kunci motor Kefas Hervin dan memintanya menyerahkan motornya, bukan hanya itu saja tetapi para begal tersebut melakukan kekerasan dengan membacok dengan sajam di lengan dan punggung.
Akibat dari bacokan yang mengenai di lengan dibutuhkan 10 jahitan dan akibat luka di punggung mengeluarkan darah cucuran. Menurut Kefas Hervin ketika dijumpai di rumahnya oleh Pengurus Pusat PEWARNA Minggu 12 Maret 2023, selain mengalami luka bacok juga ditendang kaki dan pahanya hingga terjatuih kemudian motor dirampas oleh pembegal yang jumlahnya sekitar 10-an sepeda motor.

Akibat kejadian itu menurut Kefas Hervin hingga saat ini masih terasa lemas dan kepala pusing, dan luka sedikit nyeri.

Sedangkan menurut Endarmoko dan Maruap setelah bertemu dengan petugas Polsek Gunung Putri memaparkan bahwa pihak kepolisian khususnya Polsek Gunung Putri kekurangan personil, sementara mobil patroli yang tersedia masih mobil lama. Dengan kondisi seperti itulah petugas mengatakan kalau pihak Polsek Gunung Putri kurang maksimal dalam menjaga keamanan, apalagi di wilayah yang memang masih rawan kejahatan ini.

Tentu saja ini sangat memprihatinkan di tengah maraknya pejabat yang hidonis namun disisi lain masih ada minim kelengkapan dalam menjalankan tugas, apalagi kepolisian daerah yang tugasnya di garis depan dalam pengamanan sudah seharusnya Kapolri dan pemerintah mengambil kebijakan untuk memperhatikan kelengkapan yang dibutuhkan agar polisi di tingkat bawah dapat menjalankan pengamanan masyarakat dengan baik.

Melalui apa yang menimpa anggotanya Yusuf berharap ini menjadi perhatian semua pihak terutama pihak kepolisian agar segera menangkap begal dan meningkatkan intesitas pengamanan di daerah-daerah rawan kejahatan, sehingga tidak akan terulang lagi pembegalan yang menimpa masyarakat, tutupnya. (Red)

Related Posts:

Pewarna siap Mendukung Program Dirjen Bimas Kristen Kampung Moderasi Beragama


REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) diterima Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjend Bimas Kristen Kemenag RI) di kantornya Selasa 14 Maret 2023 di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut PEWARNA yang hadir Yusuf Mujiono Ketua Umum, Ronald Stevly Onibala Sekretaris Jendral, Albert Muntu Bendahara Umum, Donny Leonardo Ketua Departemen Lintas Lembaga kemudian menyusul Richardo Marbun dari ketua Dep Media dan ekonomi kreatif, Sugiyanto dari Dep sertifikasi dan pelatihan dan Ronal Marlisa dari dep lintas lembaga. 

Dikesempatan tersebut Pewarna menyampaikan kepada dirjen ada empat program antaranya Pertama, pembuatan film documenter dan film pendek tentang kampung-kampung Kristen dan tokoh tokoh penginjil asli Pribumi serta penulisan buku, Kedua, Pelatihan dasar-dasar jurnalistik dan pembuatan film, Ketiga,  Urung Rembug Kebangsaan (Urban) dan terakhir keempat penyelenggaraan tahunan Apresiasi Pewarna Indonesia (API). 

Program ini tandas Yusuf Mujiono dalam rangka mengaplikasikan arah perjuangan PEWARNA yang menitikberatkan tiga hal antaranya eksistensi, kesetaraan dan keberagaman, ungkap Yusuf  

Menyambut pemamparan PEWARNA, Dr Jeane Tulung mantan rector IAKN Manado ini menerima ramah Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia.

 “Kita sudah lama ya untuk bertemu, tetapi karena saya harus penyesuaian tugas dan banyaknya memenuhi undangan natal, baru kali ini kita bisa bertemu”, sapa Dirjen Bimas membuka pertemuan siang itu. 

Mengenai Pewarna lewat Ketua Umumnya Yusuf Mujiono, Jeane sudah mengenalnya terutama saat diminta memberikan kata pengantar di buku yang saat ini sedang proses cetak yang berjudul Napak Tilas Rasul Jawa (NTRJ) serta permintaan wawancara di medianya. 

intinya pihak Dirjen sangat mendukung apa yang dikerjakan PEWARNA, tinggal program mana yang bisa disinergikan, entah nanti penerbitan buku atau pembuatan film terutama film tentang kampung moderasi beragama yang merupakan salah satu program andalan dirjen bimas Kristen. 

“Saya akan tindaklanjuti dengan pihak Humas yang kebetulan saat ini sedang ada tugas diluar kota, kita komunikasi saja lewat WA saja dulu baru kemudian mana yang tepat untuk dikerjasamakan”, terang Jeane yang selalu berpuasa ketika menghadapi sesuatu hal tentang langkah atau kebijakan yang akan diambilnya. 

Percakapan yang mengalir se-jaman ini banyak hal yang disampaikan bagaimana dipundaknya Dirjen diberi tugas untuk membuat 10 desa moderasi beragama untuk tahun ini. Di dirjen bimas Kristen ada 10 program yang taglinenya 10:10. Selanjutnya juga mencari 10 hibah tanah di daerah yang memang masyarakatnya banyak beragama Kristen, 

“Ketika saya ditugaskan pak Menteri ke Mentawai masyarakat sangat mersepon dan saat ini sudah dapat 20 hektar tanah di Mentawai Sumatera Barat sumbangan dari masyarakat”,  tandasnya bangga.

Lebih lanjut bu dirjen menjelaskan fungsi tanah tersebut akan dibangun sebuah pendidikan Kristen negeri  yang terintegrasi mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas.  

Dengan program ini dirjen berharap kehadirannya bisa bermanfaat bagi umat khususnya Kristen, karena ternyata dari dulu dari 20-an juta umat Kristen ini belum merata mendapatkan pelayanan pendidikan.  

“Saya memberikan semacam tagline juga untuk pemerataan pendidikan khusunya agama Kristen yakni dari Mentawai sampai Lapago artinya dari Barat ketimur , dari Malinau sampai saburai jua artinta dari utara ke selatan’, terangnya sumringah. 

Kembali kepada kampung moderasi beragama lanjut dirjen bukan semata hubungan toleransi dan banyak dimasyarakatnya terdiri dari lintas agama tetapi bagaimana kampung tersebut dilihat dari masyarakatnya yang memelihara akan budaya lokalnya, hidup bahagia dan damai. 

Saat ini sedang dikerjakan dalam tataran di kampus-kampus dalam program KKN Nusantara yakni KKN yang pesertanya dari berbagai lintas institute atau perguruan tinggi agama-agama misalnya IAKN atau UIIN dan IAIN dan juga pendidikan agama lainnya.

Related Posts:

Marak Pembegal Alias Geng Motor di Wilayah Kabupaten Bogor, dan Melukai Ketua Persatuan Wartawan Nasrani Jawa Barat

REFORMATANEWS.COM, Bogor,  - Kali ini Marak komplotan Preman sekaligus pembegal motor yang sering di sebut geng motor meresahkan masyarakat Bogor, pada Jumat malam pukul 01.00 WIB tanggal 10 Maret 2023. Selain itu komplotan begal alias geng motor berjumlah puluhan orang.

"Berbicara begal alias geng motor yang ada di wilayah kabupaten Bogor masih banyak berkeliaran dan tak pernah habis-habisnya. 

Komplotan begal alias geng motor dan tak jarang membawa serta senjata tajam itu kerap menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Para pelaku Begal Alias Geng motor yang berjumlah puluhan orang telah melukai korban yang bernama Kefas Hervin Devananda warga kota Bogor dijalan Jati Asih Ciangsana Gunung Putri Bogor pada hari Jumat malam pukul 01.00 WIB tanggal 10 Maret 2023.

Pelaku yang berjumlah puluhan orang akhirnya memukuli dan menendang korban berkali-kali hingga terjatuh dan membawa kabur motor korban Honda Beat warna biru hitam No Pol F 2604 AAB.

Korban Kefas Hervin Devanada ,STh, Sebagai Ketua Persatuan Wartawan Nasrani PEWARNA Jawa Barat menuturkan dirinya yang sedang menuju pulang kerumahnya dihadang dan dipepet oleh segerombolan Geng motor,dan mereka langsung menghantam kepala juga menendang hingga saya terjatuh serta menyabetkan senjata tajam samurai dan clurit ke lengan dan punggung korban.

Selanjutnya korban ditinggal para pelaku dan korban pun bersama keluarga serta kendaraan Grab yang mengantar membawa ke klinik yang terdekat dan korban mengalami luka akibat sayatan benda tajam 10 jahitan di lengan dan 3 jahitan di punggung selanjutnya korban segera melapor ke Polsek Gunung Sindur. Ujarnya

Saya berharap kepada pihak kepolisian penegak hukum basmi para pembegal geng motor. Tambahnya





Related Posts:

Campus Special Hunt Miss Indonesia 2023 untuk Talenta Mumpuni dari Kampus Indonesia Mini

REFORMATANEWS.COM, Salatiga Kali pertama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang akrab dikenal dengan Kampus Indonesia Mini berkesempatan dikunjungi untuk menjadi tempat Campus Special Hunt Miss Indonesia 2023. Digelar oleh RCTI pada Kamis (02/03/2023), kontes ini diikuti mahasiswa UKSW berbagai fakultas dan masyarakat umum.  

Head Off Air Marketing Communication RCTI Yan Satriana menuturkan bahwa UKSW sebagai kampus Indonesia Mini sangat pontesial untuk program Miss Indonesia ini, karena beragam suku, budaya bahkan perwakilan dari tiga puluh delapan provinsi di Indonesia ada disini. 

“Indonesia Mini ini cocok sekali untuk program kita yang membutuhkan perwakilan dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Harapannya kita mendapatkan kandidat dari kampus Indonesia Mini yang mewakili provinsinya sendiri,” tuturnya.

Kondisi hujan tidak menyurutkan antusias peserta dalam mengikuti tahapan seleksi pada kontes tersebut. Disampaikan lagi oleh Yan Satriana tahapan seleksi pada audisi ini meliputi tahap registrasi, tes tertulis dan interview. Audisi ini dibuka untuk mahasiswa UKSW dan masyarakat umum, namun target utama pada special audition kali ini adalah mahasiswa UKSW. 
Pertama Kali

Yan Satriana juga mengaku pertama kali mengadakan audisi Miss Indonesia di kampus Indonesia Mini. Kedatangannya disambut dengan penampilan etnis menjadi penciri kampus yang sangat asri ini. Jika hasil overview dari audisi ini sesuai dengan tujuan dan ekspetasi, maka kedepannya RCTI dapat berkolaborasi dengan UKSW untuk program-program yang lainnya. 

“Jika hasilnya sesuai dengan ekspetasi dan tujuan kami pastinya kami akan datang lagi ke Salatiga. Kita mencoba meningkatkan kerja sama dengan UKSW, tidak hanya program Miss Indonesia saja namun kerja sama untuk program-program lainnya,” kata Head Off Air Marketing Communication RCTI tersebut. 

Kepala Divisi Promosi dan Komunikasi Publik UKSW Gamaliel Septian Airlanda, M.Pd. menyampaikan bahwa melalui kontes ini UKSW sebagai kampus terakreditasi institusi Unggul dan kampus Indonesia Mini dapat menyalurkan talenta yang dimiliki mahasiswa melalui kolaborasi dengan media nasional seperti RCTI melalui gelaran Miss Indonesia 2023. “Talenta mahasiswa UKSW layak untuk ditampilkan ke ajang nasional.” katanya.

Gamaliel Septian Airlanda juga menyampaikan melalui acara Miss Indonesia ini, kerja sama antara RCTI dapat  berlangsung dan awal untuk memulai kerja sama untuk bidang lainnya. 

Menyalurkan Bakat

Nicky Angelica Giarto mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW salah seorang peserta audisi Miss Indonesia menuturkan bahwa dengan mengikuti Miss Indonesia yang dilaksanakan di kampus sendiri dapat memfasilitasi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan minat mereka. 

“Miss Indonesia adalah tempat yang tepat menyalurkan bakat dan minat yang saya miliki. Motivasi saya ikut Miss Indonesia saya ingin mendorong perempuan Indonesia untuk menerapkan MISS (Manner, Impressive, Social and Smart),” kata mahasiswa asal Sragen ini. 

Lainnya, Christivania F. Dodolang mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKSW mengaku pertama kali mengikuti audisi kecantikan seperti ini dan berterima kasih kepada UKSW karena telah memfasilitasi untuk menyalurkan talenta yang ada dalam diri mahasiswa. 

“UKSW membantu dan memfasilitasi saya untuk membuktikan bahwa kontes Miss Indonesia tidak hanya dilihat dari kecantikan secara fisik saja namun mereka memiliki hati yang cantik melalui sikap mereka,” kata mahasiswa asal Ambon ini. 

Sementara itu, Erika Immanuela mahasiswa FKIK UKSW yang berasal dari Boyolali Jawa Tengah mengatakan dengan mengikuti kontes Miss Indonesia membantu men-challenge dan meningkatkan kapabilitas diri.

”Saya ingin meningkatkan kapabilitas diri dan menunjukan bahwa perempuan Indonesia memiliki karakteristik dan kelebihannya masing-masing sehingga hal tersebut menjadi ciri khas mereka,” ungkapnya.

Dalam kontes Miss Indonesia ini Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., berkesempatan hadir untuk mengunjungi tempat seleksi dan berbincang dengan para peserta. 

 
Salam Satu Hati UKSW!

Related Posts: