Menyejahterakan Rakyat dengan Potensi Alam Karo

 

REFORMATANEWS.COM, Jakarta -Jumat, 21 Juni 2024, Media Center PGI menjadi tempat diskusi yang digelar oleh Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia bertema "Menyejahterakan Rakyat dengan Potensi Alam Karo" yang dihadiri oleh Abetnego Tarigan, Deputi II Kantor Staf Presiden dan Bacabup Karo, serta Pdt. Anton Tarigan, tokoh agama dari tanah Karo dan moderator Jojo Raharjo Jurnalis PEWARNA. 

Abetnego terlibat sebagai penasehat di Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) adalah Perkumpulan Sosial Masyarakat Karo. Abetnego Tarigan juga berperan sebagai Penasehat GAMKI.

Abetnego Tarigan: Melayani Sepenuh Hati

Abetnego Tarigan, seorang Bacabup Karo, menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak memandang jabatan atau pangkat. "Abetnego berarti 'Hamba yang Bersinar'," ujarnya, "Sepanjang hidup saya didedikasikan untuk melayani, dan sebagai Bacabup Karo, tujuan utama pelayanan pemerintah adalah melayani masyarakat dari kelahiran hingga kematian."

Potensi dan Tantangan Tanah Karo

Tanah Karo memiliki potensi alam yang kaya, namun juga menghadapi berbagai tantangan. Abetnego menyoroti bahwa masyarakat Karo cenderung tidak percaya pada pemerintah. "Pendidikan di Tanah Karo tertinggal, dengan lama sekolah yang lebih rendah dibandingkan kabupaten lain dengan pendapatan per kapita yang sama," katanya. Selain itu, masalah judi dan narkoba juga menjadi perhatian serius, mengancam kesejahteraan masyarakat.

Agenda Prioritas: Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Abetnego menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana membangun masyarakat, namun infrastruktur dan fasilitas pendidikan di Tanah Karo belum merata. "Fasilitas kesehatan juga perlu perhatian, terutama rumah sakit yang belum mendapat perhatian signifikan dari pemerintah," tambahnya. Selain itu, pengelolaan air dan pertanian perlu ditingkatkan untuk menghadapi masalah pupuk dan bibit palsu.

Pariwisata dan Reformasi Birokrasi

Tanah Karo memiliki potensi pariwisata yang besar, namun belum dikelola dengan maksimal. "Pengelolaan pariwisata yang baik akan mengurangi pungli yang masif," kata Abetnego. Ia juga berkomitmen untuk reformasi birokrasi, memastikan urusan administrasi seperti pembuatan KTP menjadi lebih mudah dan efisien.

Karo yang Melayani, Pintar, dan Sehat

Abetnego bertekad menjadikan Tanah Karo sebagai daerah yang benar-benar melayani warganya. "Kami akan membangun Karo yang produktif dengan akses pasar dan teknologi pertanian yang lebih baik," ujarnya. Pendidikan unggulan juga menjadi fokus, dengan harapan anak-anak Karo tidak perlu bersekolah di luar daerah. Selain itu, akses air bersih dan pengelolaan sampah menjadi prioritas untuk mewujudkan Karo Sehat.

Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama

Anton Tarigan menambahkan, "Tanah Karo adalah sekeping surga yang gagal dikelola." Ia menyoroti potensi sumber daya alam yang melimpah namun belum dimanfaatkan dengan baik. Abetnego menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dan organisasi untuk mengatasi masalah sosial seperti narkoba, judi, dan premanisme. "Pemimpin yang dipilih harus memiliki standar integritas, bukan hanya berdasarkan uang," tegasnya.

Diskusi ini menggarisbawahi bahwa mengelola Tanah Karo membutuhkan hati yang melayani, dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi daerah yang maksimal. Dengan komitmen dan kerja sama, Tanah Karo dapat mencapai kemajuan yang signifikan.APM

Related Posts:

Al Ma’had Al Zaytun Tetap Konsisten Berbagi Daging Korban

 9
 
REFORATANEWS?COM  Indramayu-Ma'had Al Zaytun sebuah pesantren terbesar di Asia dalam rangka merayakan 
Peringatan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah
Senin, 17 Juni 2024, atau 1 Suro
Kembali tahun ini membagikan paket daging dan beras kepada 5.619 penerima Sumbangan daging (PSD).

Di mana dalam pembangian tersebut masing masing penerima sumbangan mendapatkan 2 kg daging dan 5 kg beras.

Tahun ini hewan yang disembelih terdiri dari 30 kepala sapi, 151 domba dan 46 kambing, ditambah beras 17.120 kg (17,12 ton). Seperti biasanya penerima sumbangan daging tersebar di lingkungan Al Zaytun, kota Indramayu, kota dan kabupaten Cirebon, Cipatujah Tasikmalaya, Gresik Jawa Timur, Depok, Lembang Bandung, Jakarta dan Menes Banten

Dalam kondisi Apapun Ma'had Al Zaytun tetap konsisten berbagi, bahkan dapat meningkat kuantitasnya dari tahun lalu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) mendapat sumbangan sebanyak 50 buah paket yang terdiri 5 kg beras dan 2 kg daging. Sumbangan paket tersebut di terima Supendi staf redaksi Majalah GAHARU di bilangan Kebon Jeruk Jakarta Barat. 

Ustad Ali dikesempatan tersebut kepada Yusuf Ketua umum PEWARNA mengatakan bahwa kepada sahabat pewarna tetap berbagi, sebagai bentuk persaudaraan dan kasih sayang antar sesama umat manusia yang tak lekang oleh zaman dan kondisi. 

Di kesempatan tersebut Yusuf mengapresiasi Syaykh Panji Gumilang yang tetap konsisten memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, apalagi saat ini kondisi ekonomi tidak baik-baik saja. Ditambah kondisi Syaykh pimpinan Pompes Al Zaytun yang juga sedang menghadapi persoalan, namun demikian tetap berbagi bahkan meningkatkan kuantitasnya. 

“Kami mendoakan Syaykh agar dimampukan menghadapi semua ini, dan tetap berpegang pada keyakinan jika itu suatu kebenaran pasti akan mendapatkan jalannya. Tetap sehat terus berkarya untuk  memelihara persaudaraan di negara yang beragam ini:”, tukas Yusuf yang juga pemimpin umum majalah GAHARU ini.  

Harapan yang sama juga disampaikan Johan Sopakeluawakan sekretaris daerah pengurus Pewarna Daerah Khusus Jakarta, agar apa yang sudah dilakukan Syaykh mengembangkan toleransi dan kesetaraan sesame anak bangsa ini terus dilakukan. 

Sedangkan Grace Magareth Pontoh pengurus daerah Pewarna Banten mengucapkan banyak terimakasih untuk pembagian paket korban kepada PEWARNA. Sekalipun beda keyakinan tetapi Syaykh Panji Gumilang tetap berbagi setiap tahun dengan kita. Doanya agar Syaykh tetap sehat dan segera mendapat Jalan keluarnya.

Related Posts:

Ps. Mark McClendon : Parenting Project Ciptakan Keluarga Berkualitas

REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Bertempat di kawasan bergengsi Senayan tepatnya Resto Denny's 
Senayan City Jakarta Selatan, Yayasan CBN ( Cahaya Bagi Negri) Indonesia mengadakan konferensi press Rabu (14/06/2024).

Yayasan Cahaya Bagi Negeri atau CBN dengan bangga mempersembahkan The Parenting Project, Menolong Orangtua Untuk Mengasuh Anak Sesuai Prinsip Alkitab.
The Parenting Project ini dibuat dengan tujuan untuk membantu gereja dalam melatih orangtua dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Hal ini muncul dari sebuah kesadaran bahwa banyak permasalahan yang terjadi di masa dewasa seseorang, sebagian besar terjadi bersumber dari kejadian atau trauma masa kecil yang terjadi di dalam keluarga. Untuk itu cara terbaik untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang berkarakter luhur dan berprestasi harus dimulai dari rumah.

Para pengajar dalam The Parenting Project adalah para praktisi profesional dibidang
pengasuhan, para hamba Tuhan dan juga dilengkapi dengan kesaksian para orangtua yang telah menerapkan prinsip-prinsip pengasuhan yang diajarkan dalam modul-modul tersebut.

Modul pemuridan The Parenting Project disediakan secara gratis kepada gereja￾gereja. Untuk mendapatkannya, gereja dapat mendaftar melalui website kami: www.theparentingproject.id. Proses pendaftaran hanya tersedia bagi gereja sebagai kesatuan, karena kami mengharapkan orangtua dapat belajar bersama dalam kelompok untuk berdiskusi, saling mendukung, dan mendoakan satu sama lain.
11 Modul The Parenting Project :
1. Menjadi Teladan Baik
2. Membangun Kedekatan
3. Otoritas Orang Tua
4. Tangki Emosi Anak
5. Rumah Tangga Digital
6. Batasan dan Disiplin
7. Menjadi Seorang Ayah
8. Papa Mama Kerja
9. Membawa Anak Percaya Tuhan
10. Seksualitas Sehat dalam Keluarga
11. Orang Tua Sepanjang Masa

Gereja-gereja yang mendaftar akan mendapatkan pelatihan, sistem dukungan, dan akses ke aplikasi khusus untuk mengelola pemuridan The Parenting Project. Para orangtua juga akan dapat mengakses video pengajaran melalui aplikasi The Parenting Project.


Momen peluncuran nasional The Parenting Project akan diadakan dalam acara Family
Run 2024 pada tanggal 22 Juni 2024. Acara ini akan menjadi tonggak baru dalam 25 tahun perjalanan pelayanan CBN Indonesia.

Yayasan Cahaya Bagi Negeri (CBN) Indonesia, yang berdiri sejak tahun 1999, adalah pelayanan berskala nasional dengan misi memberitakan kabar keselamatan dan menyatakan kasih Kristus melalui media dan pelayanan kemanusiaan secara kreatif dan kontekstual. Untuk mencapai misi ini, CBN Indonesia telah mengembangkan berbagai program media televisi, di antaranya:
• Program untuk milenial : Solusi di SCTV
• Program untuk remaja : Superyouth di Global TV
• Program untuk anak-anak : Superbook di RTV


Secara daring, CBN terus memperluas layanannya melalui saluran YouTube Jawaban, Solusi TV, dan berbagai platform media sosial lainnya. Untuk pelayanan kemanusiaan, CBN bekerja sama
dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) dalam mengerjakan berbagai program pemberdayaan ekonomi, penyediaan air bersih, hingga pemberian operasi gratis bagi yang membutuhkan.


Kabar keselamatan hanyalah langkah awal dari amanat agung Tuhan Yesus. Untuk memenuhi amanat agung secara sempurna, pemuridan menjadi sangat penting dan paling efektif jika dimulai sejak usia dini, serta hanya bisa dijalankan melalui Tubuh Kristus/Gereja,” Ungkap Ps. Mark McClendon, selaku pendiri CBN Indonesia.

Sejak itu, CBN Indonesia mulai
mengembangkan serangkaian program pemuridan anak.
Program-program tersebut meliputi:
• 2016: Superbook untuk sekolah minggu usia 6-12 tahun
• 2017: Sanggar Belajar School of Life untuk anak usia 6-14 tahun
• 2021: PAUD Superfive untuk anak usia 3-6 tahun
• 2024: The Parenting Project

Semua program ini bertujuan untuk melayani, melengkapi, dan menginspirasi gereja lokal dalam memuridkan generasi anak dan orang tuanya dengan cara yang kreatif dan kontekstual.


Dengan peluncuran The Parenting Project, setiap gereja lokal kini dapat memperlengkapi orangtua dengan keterampilan untuk mencintai, mendidik, mendisiplinkan, dan melindungi anak￾anak mereka, memastikan generasi masa depan yang kuat dalam iman dan kasih. Kami berharap program ini menjadi berkat besar bagi keluarga-keluarga di seluruh Indonesia, membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan mereka. (Thony Ermando).

Related Posts:

PEWARNA Gelar Refleksi Hari Lahir Pancasila untuk Dihayati

REFORMATANEWS.COM, Jakarta - Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia menggelar diskusi terbatas dalam rangka Refleksi Hari Lahir Pancasila, di gelar Kamis 6/6/24 berlangsung di Media Center Persekutuan Geraja Gereja di Indonesia (PGI) Salemba, Jakarta Pusat.

Diskusi menghadirkan dua narasumber utama Sahat Sinaga dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta dan Pendeta. Jimmy Sormin sekretaris eksekutif PGI serta dimoderatori Asiong Munthe Departemen Litbang Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, menegaskan pentingnya refleksi ini untuk mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara Indonesia dan PEWARNA sendiri sudah mempraktekan dalam setiap kegiatan dengan cara gotong royong ," ujarnya.

Sementara Sahat Sinaga mantan Sekjen Partai Damai Sejahtera dan seorang notaris dalam paparannya menyoroti relevansi Pancasila di tengah dinamika globalisasi dan tantangan modern.
"Pancasila memberikan kita identitas dan landasan moral. Di era digital ini, kita harus memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi panduan dalam bertindak dan berinteraksi, baik di dunia nyata maupun maya," tegasnya.
Sahat juga menambahkan bahwa masa kecilnya dulu di Cimahi Bandung dia bisa bergaul dengan siapa saja tanpa ditanya suku dan agamanya, namun situasi sekarang berbeda orang selalu ditanya suku dan agama, kenapa terjadi karena era keterbukaan dengan media sosial yang sangat terbuka menyebabkan semua ini terjadi.
Sekalipun demikian kita tetap harus menyatakan iman kita dengan kontek yang sesuai dengan jamannya, tetapi alangkah baiknya setiap kita menunjukkan perilaku yang baik sehingga menjadi teladan orang lain.

Sedangkan Pendeta Jimmy Sormin, mengingatkan kembali tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merumuskan Pancasila. "Nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial dan persatuan bangsa harus terus diperjuangkan. Tugas kita saat ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara yang relevan dengan zaman kita," katanya.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Hadir Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt. Harsanto Adi, Tokoh Dayak Pendeta Timotius Sipur, serta wartawan, aktivis, dan masyarakat umum, di mana mereka berkesempatan mengajukan pertanyaan dan memberikan pandangan mereka tentang bagaimana Pancasila bisa diterapkan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pandangan dan masukan yang muncul. Banyak peserta yang merasa bahwa implementasi Pancasila harus dimulai dari pendidikan dasar. "Kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada anak-anak kita, baik di rumah maupun di sekolah," ujar salah satu peserta.
Sebagai penutup, Asiong Munthe sebagai moderator menyampaikan harapannya agar acara refleksi seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Mari kita bersama-sama menjaga dan mengamalkan Pancasila demi kemajuan bangsa," pungkasnya.
Terkait dengan ormas keagamaan yang akan mendapat konsesi pengelolaan tambang Sahat dan Jimmy sama-sama tidak setuju, dikuatirkan ini kan muncul perpecahanan di dalam karena urusan ormas ietu lebih pada bergerak di bidang sosial kemasyarakatan sedang pengelolaan tambang dibutuhkan tenaga yang profesional dengan orientasi keuntungan.
"Kembalikan peran ormas pada posisinya sebagai penjaga yang bersuara kristis ke pemerintah jangan malah dikooptasi karena dberikan konsensi pengelolaan tambang", tandas Sahat tegas.
Acara ditutup dengan makan bersama dan foto bersama, menandakan komitmen semua pihak yang hadir untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Refleksi Hari Lahir Pancasila ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Related Posts: